KAYA HATI

BISSMILLAH

KAYA HATI

*********



*********

1. Rasululla SAW bersabda :

ﻟﻴﺲ اﻟﻐﻨﻰ ﻋﻦ ﻛﺜﺮة اﻟﻌﺮض وﻟﻜﻦ اﻟﻐﻨﻰ ﻏﻨﻰ اﻟﻨﻔﺲ
 Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina) adalah hati yang selalu merasa cukup. (HR. Bukhari) 

2. Imam Abu Dzar RA. Berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata padaku, Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya ? Betul, jawab Abu Dzar.
Beliau bertanya lagi, Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir? Betul, Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. 

Lantas Nabi bersabda, Sesungguhnya yang namanya kaya adalah kaya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas). [HR. Ibnu Hibban]. 

*********

ﻗﺎل ﺑﻦ ﺑﻄﺎل ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻟﻴﺲ ﺣﻘﻴﻘﺔ اﻟﻐﻨﻰ ﻛﺜﺮة اﻟﻤﺎل ﻷن ﻛﺜﻴﺮا ﻣﻤﻦ وﺳﻊ اﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ اﻟﻤﺎل ﻻ ﻳﻘﻨﻊ ﺑﻤﺎ أوﺗﻰ ﻓﻬﻮ ﻳﺠﺘﻬﺪ ﻓﻲ اﻻزدﻳﺎد وﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻣﻦ أﻳﻦ ﻳﺄﺗﻴﻪ ﻓﻜﺄﻧﻪ ﻓﻘﻴﺮ ﻟﺸﺪة ﺣﺮﺻﻪ
Ibnu Batthal berkata : Hakikat kekayaan sebenarnya bukanlah dengan banyaknya harta karena begitu banyak orang yang diluaskan rizki berupa harta oleh Allah, namun ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang diberi. Orang seperti ini selalu berusaha keras untuk menambah dan terus menambah harta. Ia pun tidak peduli dari manakah harta tersebut ia peroleh. Orang semacam inilah yang seakan­akan begitu fakir karena usaha kerasnya untuk terus menerus memuaskan dirinya dengan harta

واﻧﻤﺎ ﺣﻘﻴﻘﺔ اﻟﻐﻨﻰ ﻏﻨﻰ اﻟﻨﻔﺲ ، وﻫﻮ ﻣﻦ اﺳﺘﻐﻨﻰ ﺑﻤﺎ أوﺗﻲ وﻗﻨﻊ ﺑﻪ ورﺿﻲ وﻟﻢ ﻳﺤﺮص ﻋﻠﻰ اﻻزدﻳﺎد وﻻ أﻟﺢ ﻓﻲ اﻟﻄﻠﺐ، ﻓﻜﺄﻧﻪ ﻏﻨﻲ
Hakikat kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati (hati yang selalu merasa cukup). Orang yang kaya hati inilah yang selalu merasa cukup dengan apa yang diberi, selalu merasa qonaah (puas) dengan yang diperoleh dan selalu ridho atas ketentuan Allah. Orang semacam ini tidak tamak untuk menambah harta dan tudak memaksa dalam mencarinya. Kondisi orang semacam inilah yang disebut ghoni (yaitu kaya yang sebenarnya).
*********

وﻣﺎ أﺣﺴﻦ ﻗﻮل اﻟﻘﺎﺋﻞ :  ﻏﻨﻰ اﻟﻨﻔﺲ ﻣﺎ ﻳﻜﻔﻴﻚ ﻣﻦ ﺳﺪ ﺣﺎﺟﺔ  *  ﻓﺈن زاد ﺷﻴﺌﺎ ﻋﺎد ذاك اﻟﻐﻨﻰ ﻓﻘﺮا
Alangkah indahnya apa yang dungkapkan seorang Ulama :
Kaya hati adalah merasa cukup atas (terpenuhinya) apa yang engkau butuhkan. Jika lebih dari itu, (merasa kurang terus) maka kekayaan itu adalah kemiskinan

*********



 وإﻧﻤﺎ ﻳﺤﺼﻞ ﻏﻨﻰ اﻟﻨﻔﺲ ﺑﻐﻨﻰ اﻟﻘﻠﺐ ﺑﺄن ﻳﻔﺘﻘﺮ إﻟﻰ رﺑﻪ ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ أﻣﻮرﻩ ﻓﻴﺘﺤﻘﻖ أﻧﻪ اﻟﻤﻌﻄﻲ اﻟﻤﺎﻧﻊ ﻓﻴﺮﺿﻰ ﺑﻘﻀﺎﺋﻪ ،وﻳﺸﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﻧﻌﻤﺎﺋﻪ وﻳﻔﺰع إﻟﻴﻪ ﻓﻲ ﻛﺸﻒ ﺿﺮاﺋﻪ، ﻓﻴﻨﺸﺄ ﻋﻦ اﻓﺘﻘﺎر اﻟﻘﻠﺐ ﻟﺮﺑﻪ ﻏﻨﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﻦ ﻏﻴﺮﻩ وﺑﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Kekayaan hati dapat diraih dengan cara membuat hati merasa cukup dan hanya butuh terhadap Allah antas segala urusannya, dan sadar betul bahwa Allahlah satu-satunya pemberi dan yang bisa menahan, sehingga ia bisa rela menerima segala kehendak-Nya dan mensyukuri segala karunia­Nya, dan selalu berlindung kepada-Nya untuk mendapatkan solusi problem (hidup)nya. Serta selalu menghadirkan rasa butuh akan Tuhannya serta membuang rasa butuh kepada segala selain-Nya.
[ Fathul Baari XI/271­272 ].

SEMOGA BERMANFAAT.

Comments

Post a Comment