Bismillahirrahmanirrahim
Kita diciptakan dalam kondisi yang payah, sangat sangat sangat payah. Kita seringkali mengeluh juga dalam kondisi seperti ini. Hey, dunia ini memang tempat untuk bercapek-capek.
Menariknya di ayat ini, Allah itu bilangnya manusia, bukan orang-orang yang beriman ataupun kafir. Dengan kata lain, sudah menjadi fitrahnya bagi seorang manusia untuk bercapek-capek dalam hidup di dunia ini.
![]() |
| Lelah yang Lillah by @nilamraudatun |
Kita diciptakan dalam kondisi yang payah, sangat sangat sangat payah. Kita seringkali mengeluh juga dalam kondisi seperti ini. Hey, dunia ini memang tempat untuk bercapek-capek.
Menariknya di ayat ini, Allah itu bilangnya manusia, bukan orang-orang yang beriman ataupun kafir. Dengan kata lain, sudah menjadi fitrahnya bagi seorang manusia untuk bercapek-capek dalam hidup di dunia ini.
Mau kita menjadi orang yang super sibuk dalam urusan dunia, pasti kita merasakan kepayahan/kelelahan. Lalu bagaimana kita membuat kelelahan itu menjadi lillah?
Mau kita menjadi orang yang super sibuk dalam urusan akhirat, pasti kita juga merasakan kepayahan/kelelahan itu. Lalu bagaimana kita membuat kelelahan itu juga menjadi lillah?
Yang jadi pertanyaannya, lelah yang seperti apa yang bermanfaat? Kalo cuma asal menggunakan tenaga doang mah lebar euy, umur berkurang, sementara energi terbuang.
Disini saya hanya ingin berbagi sebuah harapan, semangat, dan rasa ‘ayo sekali lagi’ yang mungkin terasa pudar. Jangan pernah bosan untuk melakukan sesuatu hal, yang mungkin itu kecil bagi kita, tapi besar bagi mereka yang membutuhkan, yang mungkin mudah bagi kita, tapi sulit bagi mereka yang kesusahan. Maka hargailah setiap jerih payah yang sudah kita lakukan. hargailah setiap pengorbanan, setiap setetes keringat yang keluar dari tubuh kita.
Lakukanlah kebaikan, lakukanlah kemashlahatan, lakukanlah kebajikan, Semunya itu secara tulus sepertihalnya Gula yang Manis Tapi tak pernah terlihat wujudnya ketika sudah larut dalam air, sepertihalnya garam yang asin ketika sudah menyatu bersama air.
Dan satu hal, Janganlah pernah bosan untuk belajar dan terus belajar. Meskipun kita sedang dalam kesusahan, cobalah untuk kembali bangkit dan yakin, bahwa apa yang kita akan mendapatkan balasan dari setiap apa yang sudah kita lakukan, baik itu perbuatan baik apalagi Perbuatan yang di larang baik dalam norma agama maupun pemerintahan.
Jangan Lupa Follow akun ini dan akun instagram nya ya di @nilamrudatun.
kunjungi juga
https://ilmuetikaprofesi.blogspot.com
https://mariberbagiilmudunia.blogspot.com
https://menulisadalahduniaku.blogspot.com/2019/09/kaya-hati.html
kunjungi juga
https://ilmuetikaprofesi.blogspot.com
https://mariberbagiilmudunia.blogspot.com
https://menulisadalahduniaku.blogspot.com/2019/09/kaya-hati.html
Terimakasih⌣


Nice ka
ReplyDeleteTebakanku kaka ini anak pesantren y
Hehhe bukan kok.. Cuma belajar aja..
Deletetersentak dengan kata-kata gula larut dalam air dan garam bercampur air asin
ReplyDeleteAwas keselek yaaaa... 😆
DeletePunten kak, ayat yang dimaksud yang mana ya? Belum tercantum atau memang tidak terbaca kalau diliat dari hp?
ReplyDeleteOh maaf ternyata ga kebaca ya.. Udh di perbaiki kok
DeleteYap, setuju. Sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan, baik atau buruk, akan ada balasan yang kita terima..thanks sharingnya
ReplyDeleteIya kaka. .
DeleteTerima kasih untuk pembelajarannya. Luar biasa.
ReplyDeleteKita sama sama belajar yaaa
DeleteLelah yang Lillah itu lah pemenang sesungguhnya, ah suka dengan tulisan kakak..setuju kita nggak boleh lelah belajar. Kurikulum di Universitas Kehidupan ini begitu luas ilmunya...:-)
ReplyDeleteKita sama sama belajar ya.. Jangan lelah 😉
DeleteIya ibarat kata apa yang kita tanam itulah yang kita panen ya kak
ReplyDeleteYaps betul banget
DeleteMenuliskan sebelum menulis itu dilarang
ReplyDeleteMaksudnya gimana.. 😆
DeleteMaasyaAllah barakallah kaaak
ReplyDeleteSubhanallah sekali tulisannya. Sedikit banyak menyadarkan kalo sebagai manusia , terlalu sering merasa lelah. Semoga ke depannya lelahku bisa menjadi lillah.
ReplyDelete